Senin, 25 April 2016

laporan kepengawasn maret 2013

laporan kepengawasan 2013

TUTORIAL HYPERLINK

TUTORIAL HYPERLINK

Pengalamanku

Kejadian hari ini seharusnya terjadi pada beberapa waktu yang lalu. di saat waktu itu mungkin masih tidak seribet ini kurasakan. panduan dari Pak Rahmat seperti seuntai tali yang dilemparkan jauh.... terpental tapi tidak tertangkap. panduan dari Bu Hotdiana bagaikan tongkat yang memandu di perjalanan. oh.......blog. seperti itukah keberadaanmu. Semangat - ku. Itulah yang ada padaku. sampai saat ini yang membuatku dapat bertahan dan sampai perjuanagan ini dapat kuselesaikan. Demi masa depanku, keluargaku dan semua yang telah mendoakanku.

kecerdasan ganda

Latar belakang
Teori Kecerdasan Ganda (Multiple Inteligence)
Teori tersebut yang dikemukakan oleh Howadrd Gerdner akan dijadikan acuan untuk lebih memahami bakat dan kecerdasan individu.  Pada dasarnyapeserta didik  adalah individu yang unik.  Tidak semuapeserta didik memilki profil intelegensi yang sama. Setiapeserta didik juga memilki bakat dan minat belajar yang berbeda-beda.. Setiapeserta didik memang memiliki potensi yang berbeda – beda dan memilki pilihan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya, namun ada beberapa pengetahuan dan kerterampilan dasar yang perlu dimiliki olehpeserta didik setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah yaitu kemampuan atau kompetensi dalam bidang Bahasa (linguistic), Matematika (math), Ilmu Pengetahuan Sosial (social sciences) dan Ilmu Pegetahuan Alam (Natural Sciences)
Gardner juga mengelompokkan kecerdasan manusia tersebut menjadi tiga kelompok yaitu:
1.    Kelompok kecerdasan yang terkait dengan objek (object related) oleh objek yang dihadapi.
2. Kelompok  kecerdasan bebas objek (object free) yaitu kelompok kecerdasan yang tidak dipengaruhi oleh objek, tapi dipengaruhi  oleh sistem bahasa dan musik yang didengar.
3. Kelompok kecerdasan yang dipengaruhi hubungan dengan orang lain (person related) yaitu kelompok yang bertalian dengan interksi dengan orang lain.         
Sejumlah cara atau metode dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan – kemampuan individu.
Kecerdasan bahasa dapat dilakukana dengan cara mengadakan permainan merangkai kata, buatlah buku harian atau usahakan untuk menulis tentang apa saja yang ada dalam pikiran setiap harinya sebanyak 250 kata, dan sediakan waktu untuk bercerita secara teratur dengan keluarga atau sahabat.
Kecerdasan musikal dapat dilatih  dengan cara mengunjungi konser atau pertunjukan musik, bernyanyilah di kamar mandi atau di manapun yang memungkinkan untuk bersenandung, luangkan waktu selama satu jam setiap minggu untuk mendengarkan gaya musik yang tidak dikenal akrab (western, jazz, country, world music ,dll).
Gaya Belajar
Menurut Fleming dan Mills (1992), gaya belajar merupakan kecenderungan siswa untuk mengadaptasi strategi tertentu dalam belajarnya sebagai bentuk tanggung jawabnya untuk mendapatkan satu pendekatan belajar yang sesuai dengan tuntutan belajar di kelas/sekolah maupun tuntutan dari mata pelajaran.
Kreativitas
Pengertian Kreativitas adalah salah satu kebutuhan pokok manusia, yaitu kebutuhan akan perwujudan diri (aktualisasi diri) dan merupakan kebutuhan paling tinggi bagi manusia (Maslow, dalam Munandar, 2009). Pada dasarnya, setiap orang dilahirkan di dunia dengan memiliki potensi kreatif. Kreativitas dapat diidentifikasi (ditemukenali) dan dipupuk melalui pendidikan yang tepat (Munandar, 2009). 
Implikasinya dalam Dunia Kepengawasan Pendidikan
Dalam muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada pelaksanaan Kurikulum 2006 salah satu diantaranya adalah memunculkan kearifan budaya lokal atau budaya setempat pada indikator yang ada pada tiap silabus.  Hal tersebut bertujuan untuk memunculkan kepedulian terhadap hal- hal yang terjadi di wilayah setempat. ini merupakan salah satu upaya  untuk dapat mengembangnkan potensi yang dimiliki peserta didik, karena peserta didik langsung dapat melihat atau mungkin mengalaminya.  Selanjutnya Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, meliputi empat kompetensi yaitu: pedagogik kepribadian, sosial dan profesioanl. 
Kompetensi Pedagogik adalah kemampuan pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Sub kompetensi dalam kompetensi Pedagogik:  : Memahami peserta didik secara mendalam yang meliputi memahami peserta didik dengan memamfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif, prinsip-prinsip kepribadian, dan mengidentifikasi bekal ajar awal peserta didik.  Para pendidik dalam hal ini tidak bias bekerja sendiri melakukan semua itu. Sangat dibutuhkan kerjaasama antar sesama stakeholder yang ada di sekolah, terutama kepada guru Bimbingan Konseling juga wali kelas.
Pengawas sekolah melalui kunjungan supervisi ke sekolah melakukan diskusi khususnya kepada para guru dalam menghadapai kecerdasan ganda yang dimiliki  peserta didik. Bagaimana metode yang dipakai dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Model pembelajaran apa yang cocok dan media apa yang dipakai agar semakin mendekatkan materi pelajaran kepada peserta didik. Kegiatan MGMP snagat berperan untuk meningkatkan kompetensi para ru dan sebagai sarana berbagi informasi khusunya tentang tugas- tugas sebagai tenaga pendidik.   Melaui upaya yang telah dilakukan diatas dengan harapan dapat menumbuhka gaya belajar yang pada akhirnya dapat memperoleh hasil sesuai hal yang diharapkan dan juga menumbuh kembangkan kreativitas peserta didik terhadap kecerdasan ganda yang dimiliki peserta didik.