Tampilkan postingan dengan label KEPENGAWASAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEPENGAWASAN. Tampilkan semua postingan
Senin, 25 April 2016
kecerdasan ganda
Latar belakang
Teori Kecerdasan Ganda (Multiple Inteligence)
Teori tersebut yang dikemukakan oleh Howadrd Gerdner akan dijadikan acuan
untuk lebih memahami bakat dan kecerdasan individu. Pada dasarnyapeserta didik adalah individu yang unik. Tidak semuapeserta didik memilki profil
intelegensi yang sama. Setiapeserta didik juga memilki bakat dan minat belajar
yang berbeda-beda.. Setiapeserta didik memang memiliki potensi yang berbeda – beda dan memilki pilihan untuk
mengembangkan potensi yang dimilikinya, namun ada beberapa pengetahuan dan
kerterampilan dasar yang perlu dimiliki olehpeserta didik setelah menyelesaikan
pendidikan di sekolah yaitu kemampuan atau kompetensi dalam bidang Bahasa (linguistic), Matematika (math), Ilmu Pengetahuan Sosial (social sciences) dan Ilmu Pegetahuan Alam (Natural Sciences)
Gardner
juga mengelompokkan kecerdasan manusia tersebut menjadi tiga kelompok yaitu:
1. Kelompok kecerdasan yang terkait dengan objek (object related) oleh
objek yang dihadapi.
2. Kelompok kecerdasan bebas objek (object free) yaitu kelompok
kecerdasan yang tidak dipengaruhi oleh objek, tapi dipengaruhi oleh
sistem bahasa dan musik yang didengar.
3. Kelompok kecerdasan yang dipengaruhi hubungan dengan orang lain (person
related) yaitu kelompok yang bertalian dengan interksi dengan orang lain.
Sejumlah
cara atau metode dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan – kemampuan
individu.
Kecerdasan bahasa dapat dilakukana dengan cara
mengadakan permainan merangkai kata, buatlah buku harian atau usahakan untuk
menulis tentang apa saja yang ada dalam pikiran setiap harinya sebanyak 250
kata, dan sediakan waktu untuk bercerita secara teratur dengan keluarga atau
sahabat.
Kecerdasan musikal dapat dilatih dengan cara mengunjungi
konser atau pertunjukan musik, bernyanyilah di kamar mandi atau di manapun yang
memungkinkan untuk bersenandung, luangkan waktu selama satu jam setiap minggu
untuk mendengarkan gaya musik yang tidak dikenal akrab (western, jazz, country,
world music ,dll).
Gaya Belajar
Menurut Fleming dan Mills (1992), gaya belajar merupakan
kecenderungan siswa untuk mengadaptasi strategi tertentu dalam belajarnya
sebagai bentuk tanggung jawabnya untuk mendapatkan satu pendekatan belajar yang
sesuai dengan tuntutan belajar di kelas/sekolah maupun tuntutan dari mata
pelajaran.
Kreativitas
Pengertian Kreativitas adalah salah satu kebutuhan
pokok manusia, yaitu kebutuhan akan perwujudan diri (aktualisasi diri) dan
merupakan kebutuhan paling tinggi bagi manusia (Maslow, dalam Munandar, 2009).
Pada dasarnya, setiap orang dilahirkan di dunia dengan memiliki potensi
kreatif. Kreativitas dapat diidentifikasi (ditemukenali) dan dipupuk melalui
pendidikan yang tepat (Munandar, 2009).
Implikasinya dalam
Dunia Kepengawasan Pendidikan
Dalam muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada
pelaksanaan Kurikulum 2006 salah satu diantaranya adalah memunculkan kearifan
budaya lokal atau budaya setempat pada indikator yang ada pada tiap silabus. Hal tersebut bertujuan untuk memunculkan
kepedulian terhadap hal- hal yang terjadi di wilayah setempat. ini merupakan salah
satu upaya untuk dapat mengembangnkan
potensi yang dimiliki peserta didik, karena peserta didik langsung dapat
melihat atau mungkin mengalaminya. Selanjutnya Berdasarkan
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, meliputi empat kompetensi yaitu: pedagogik kepribadian,
sosial dan profesioanl.
Kompetensi Pedagogik adalah kemampuan pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Sub kompetensi dalam kompetensi Pedagogik: : Memahami peserta didik secara mendalam yang meliputi memahami peserta didik dengan memamfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif, prinsip-prinsip kepribadian, dan mengidentifikasi bekal ajar awal peserta didik. Para pendidik dalam hal ini tidak bias bekerja sendiri melakukan semua itu. Sangat dibutuhkan kerjaasama antar sesama stakeholder yang ada di sekolah, terutama kepada guru Bimbingan Konseling juga wali kelas.
Kompetensi Pedagogik adalah kemampuan pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Sub kompetensi dalam kompetensi Pedagogik: : Memahami peserta didik secara mendalam yang meliputi memahami peserta didik dengan memamfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif, prinsip-prinsip kepribadian, dan mengidentifikasi bekal ajar awal peserta didik. Para pendidik dalam hal ini tidak bias bekerja sendiri melakukan semua itu. Sangat dibutuhkan kerjaasama antar sesama stakeholder yang ada di sekolah, terutama kepada guru Bimbingan Konseling juga wali kelas.
Pengawas sekolah
melalui kunjungan supervisi ke sekolah melakukan diskusi khususnya kepada para
guru dalam menghadapai kecerdasan ganda yang dimiliki peserta didik. Bagaimana metode yang dipakai
dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Model pembelajaran apa yang cocok
dan media apa yang dipakai agar semakin mendekatkan materi pelajaran kepada
peserta didik. Kegiatan MGMP snagat berperan untuk meningkatkan kompetensi para
ru dan sebagai sarana berbagi informasi khusunya tentang tugas- tugas sebagai
tenaga pendidik. Melaui upaya yang
telah dilakukan diatas dengan harapan dapat menumbuhka gaya belajar yang pada
akhirnya dapat memperoleh hasil sesuai hal yang diharapkan dan juga menumbuh
kembangkan kreativitas peserta didik terhadap kecerdasan ganda yang dimiliki
peserta didik.
Langganan:
Postingan (Atom)